Fakta! Musim Ketiga Jadi Hal Buruk untuk Mourinho

Jose Mourinho terancam ditendang oleh Manchester United. Torehan hasil-hasil negatif Manchester United di pekan-pekan pertama Liga Premier Inggris serta Liga Champions musim ini menjadikan posisi juru tak-tik berjulukan The Special One ini tak kembali aman. Satu situasi yang sukar bisa dibayangkan sebelumnya. Dengan masih terikat kesepakatan kontrak hingga 2020, Mourinho sebenarnya ditunjuk Manchester United jadi … Continue reading "Fakta! Musim Ketiga Jadi Hal Buruk untuk Mourinho"

Jose Mourinho terancam ditendang oleh Manchester United. Torehan hasil-hasil negatif Manchester United di pekan-pekan pertama Liga Premier Inggris serta Liga Champions musim ini menjadikan posisi juru tak-tik berjulukan The Special One ini tak kembali aman.

Satu situasi yang sukar bisa dibayangkan sebelumnya. Dengan masih terikat kesepakatan kontrak hingga 2020, Mourinho sebenarnya ditunjuk Manchester United jadi The Next Sir Alex Ferguson.

Namun begitu, kejadian negatif itu sebenarnya telah dapat diprediksi. Hal itu lantaran, ada kutukan bagi Mourinho di kampanye musim ke-3 nya melatih satu tim.

Di dalam karier Mourinho, khususnya semenjak ia mendeklarasikan diri menjadi “The Special One” di 2004 kala mulai melatih Chelsea, juru tak-tik dari Portugal itu terus menemui soal di kampanye musim ke-3 nya pada tim.

Bersama Chelsea, usai cemerlang dengan memenangi Liga Premier Inggris musim 2004-2005 serta 2005-2006, Mourinho menemui masalah di kampanye musim ke-3 nya, 2006-2007.

Rivalitas kekuatan dengan Direktur Olahraga Frank Arnesen serta penasihat Piet de Visser menjadikan mantan pelatih Real Madrid ini mulai cekcok dengan pemilik Chelsea, Roman Abramovich.

Perekrutan Andriy Shevchenko, di mana Mourinho diperintahkan Abramovich guna terus mengedepankan ujung tombak dari Ukraina ini, plus pembelian Avram Grant menjadi direktur olahraga, makin tambah memanas koneksi The Special One bersama Abramovich.

Mourinho tak ditendang di musim 2006-2007, namun kejadian ini pada akhirnya berlangsung di musim 2007-2008 mengingat hasil-hasil negatif di kampanye musim itu.

Kutukan kampanye musim ke-3 tak menghampiri Mourinho di Inter Milan sebab ia cuma 2 musim di sana. Baru di Real Madrid kutukan itu berlangsung lagi.

Intrik bersama 2 bintang senior Real Madrid, Sergio Ramos serta Iker Casillas, dan dengan Cristiano Ronaldo, menjadikan pendukung Los Blancos terbagi jadi Mourinhistas serta Madridistas.

Saat kampanye musim ini selesai, Mourinho mengatakan 2012-2013 menjadi kampanye musim paling buruk selama kariernya.

Usai ini Madrid memutus kesepakatan kontrak Mourinho, yang sebenarnya belum lama diperpanjang hingga 2016.

Balik lagi menuju Chelsea, Mourinho berhasil kembali memenangi Liga Premier Inggris pada kampanye musim ke-2.

Namun, pada kampanye musim ke-3 ataupun lebih tepatnya 2015-2016, kutukan berlangsung lagi.

Chelsea kacau di Liga Premier Inggris bersama 9 kali menerima kekalahan cuma di dalam enam belas laga.

Jose Mourinho juga ditendang meski resminya disebut-sebut “berpisah atas dasar kontrak bersama”. Kampanye musim 2015-2016 diwarnai perselisihan Mourinho bersama staf medis tim, Eva Carneiro.

Gabung Manchester United, kampanye musim debut Mourinho di 2016-2017 amat baik dengan begitu saja berhasil memenangi Liga Europa serta Piala Liga. Kini pada kampanye musim ketiga, kutukan hadir lagi.

Cuma mendapat sepuluh angka dari 7 laga perdana di Liga Premier Inggris, pendukung United menyaksikan start yang serupa buruknya bersama kepelatihan David Moyes di 2013-2014.

Yang menarik, mirip insiden kutukan sebelum di Chelsea serta Real Madrid, kembali kampanye musim ke 3 pada Manchester United itu diwarnai perselisihan Mourinho bersama elemen tim.

Media-media Inggris mengatakan setidak-tidaknya Mourinho telah tidak sering mengatakan bersama Paul Pogba, Alexis Sanchez, serta Antonio Valencia.

Tagged: Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *