Luis Suarez: Neymar Berupaya Keras Untuk Pergi dari PSG

Striker Barcelona, Luis Suarez, mengakui tetap punya koneksi yang amat bagus dengan mantan temannya, Neymar. Dia juga menyatakan jika Neymar telah berupaya keras untuk pergi dari Paris Saint-Germain selama jendela transfer musim panas.

Selama jendela transfer musim panas, Neymar memang sering kali diberitakan bakal meninggalkan PSG. Real Madrid dan Barcelona pun jadi 2 tim yang dikatakan akan mempekerjakan bintang 27 tahun ini untuk kampanye musim 2019-20.

“Saya dan Leo (Messi) pernah omong dengan Neymar saat dia mau meninggalkan Barcelona. Kami berupaya membujuknya dan menyatakan jika ia tidak bakal mendapatkan tim yang lebih bagus daripada Barcelona, ” tutur Luis Suarez pada Fox Sports.

“Tapi, ia telah membikin keputusan yang bulat saat itu. Saat itu, ia membikin keputusan yang paling baik untuk kariernya. Sekarang, ia telah membikin keputusan untuk balik lagi menuju sini dan berupaya sekeras mungkin untuk meninggalkan PSG, ” lanjut Suarez melanjutkan.

Walau masih punya koneksi yang bagus dengan Neymar, dia mengakui telah tidak terlampau rutin ngobrol dengannya. Suarez mengakui mau memberi temannya cukup ruang sebelum balik lagi menghubunginya.

“Kami lumayan rutin bicara. Tapi, sekarang kami telah tidak terlampau rutin bicara. Ia baru melalui masa-masa tersulit di dalam kariernya. Jadi, kami mau memberinya masa dan tempat, sebelum balik lagi menghubunginya, ” cetus bintang berpaspor Uruguay itu.

AC Milan Tunjuk Frederic Massara menjadi Direktur Olahraga

Tim Italia, AC Milan, masih mengerjakan pembenahan di barisan manajerial. Paling baru, tim yang berbasis di Stadion San Siro ini menunjuk Frederic Massara menjadi Direktur Olahraga yang anyar.

Frederic Massara sebelumnya menjabat tempat yang serupa di tim ibukota Italia, AS Roma. Lelaki kelahiran Turin, Italia, 11 November 1969 bakal aktif berkuasa mulai satu Juli nanti.

“Kami amat bahagia menyambut Frederic menuju tim kerja kami. Karena persiapan, keseriusan, dan profesionalismenya, dia bakal jadi nilai tambah untuk AC Milan dan jua fungsional untuk taktik yang bakal dikerjakan di jalur perkembangan kami, ” tutur Direktur Pengembangan Strategis AC Milan, Paolo Maldini lewat situs web tim, Jumat (21/6/2019) waktu setempat.

Rossoneri julukan AC Milan memang tengah berbuat pembenahan. Sebelumnya, mereka menunjuk Paolo Maldini menjadi direktur teknik sebagai suksesor Leonardo yang pindah menuju Paris Saint-Germain dan menobatkan Zvonimir Boban menjadi Chief Football Officer.

Massara bakal ditugaskan untuk mengawasi seluruh operasional teknis dan mengajukan lapor langsung menuju Paolo Maldini. Perjalanan karier Massara lumayan panjang, awalnya dia bertugas menjadi asisten manajer dan lantas menjadi eksekutif untuk Palermo dan AS Roma sebelum memperoleh lisensi Direktur Olahraga pada Mei 2011.

Kemudian, dia ditunjuk menjadi Direktur Olahraga AS Roma pada 2016 sebelum mengawali petualangan anyar dari Agustus 2017 sampai Maret 2018 di Area Teknis Jiangsu Suning. Pada Juni 2018, dia balik lagi menuju AS Roma mengambil tugas Direktur Olahraga sampai Juni 2019, sebelum gabung dengan Rossoneri.

Di samping menobatkan Paolo Maldini, Zvonimir Boban, dan Frederic Massara, AC Milan jua melantik Marco Giampaolo menjadi manajer sebagai suksesor Gennaro Gattusso.

Menyongsong Liverpool vs Huddersfield, Klopp Menunggu Kepastian Cedera Fabinho

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menanti kepastian cedera sejumlah pemain menyongsong lanjutan Liga Inggris melawan Huddersfield, Sabtu (27/4) dini hari WIB di Stadion Anfield. Salah satu diantaranya laporan dari cedera Fabinho.

Jurgen Klopp dipusingkan dengan cedera sejumlah pemain Liverpool yang tengah dipertanyakan bisa pulih menyongsong pertandingan vs Huddersfield. Klopp menanti kepastian gelandang tengah, Fabinho, yang dihantam cedera kala membela The Reds pada pertandingan terbaru melawan Cardiff City di Liga Inggris.

Fabinho mendapatkan benturan dengan bintang Cardiff City, Kenneth Zohore, tak lama usai masuk sebagai pengganti Naby Keita.

Staf medis Liverpool diharapkan bekerja keras untuk memastikan bintang berumur 25 tahun ini bisa pulih tepat waktu. Klopp bakal menanti sampai menyambut laga untuk mengambil keputusan pemain berposisi gelandang dari Brasil bisa berlaga ataupun tidak.

Sebelumnya, Klopp menyatakan bintang yang direkrut dari AS Monaco harusnya bisa bermain di pertandingan mendatang. “Fabinho harusnya baik-baik saja. Dia cuma merasa sedkit pusing. ” tutur Klopp.

Tapi, Jurgen Klopp cukup lega dengan mulai kembalinya sejumlah pemain lain. Joe Gomez dan Alex Oxlade-Chamberlain sudah turut ambil bagian di dalam pelatihan pada hari Rabu. Bintang lain, Dejan Lovren dikatakan siap main usai tidak ikut serta di dalam 2 laga terbaru sebab sakit.

Oxlade-Chamberlain sudah tidak ikut serta nyaris satu musim sebab cedera lutut, sementara Gomez sudah sembuh dari cedera pergelangan kaki dan berlaga ketika menghadapi Cardiff City. Dia masuk pada paruh ke 2 sebagai pengganti Trent Alexander-Arnold.

Kepastian pulihnya sejumlah pemain jelas jadi berita gembira fans The Reds. Pasalnya tenaga mereka diperlukan Liverpool yang tengah berpotensi jawara di Liga Inggris dan Liga Champions.

Mignolet Mulai Bosan Menjadi Cadangan di Liverpool

Penjaga gawang Belgia, Simon Mignolet, sebal sebab tidak sering memperoleh peluang berlaga di Liverpool. Dia juga tidak menutup kans ia hengkang kompetisi musim berikutnya.

“Musim ini sesuatu yang lumayan sukar buat diterima, sebab saya mau berlaga. Inilah alasannya saya senantiasa kerja tiap hari serta coba buat senantiasa berjalan pada jalur itu, ” tutur Mignolet pada Soccerway.

“Aku tak paham apa terdapat kemungkinan hengkang pada bursa transfer musim panas tahun mendatang. Saya tetap punya sisa 2 musim kesepakatan kontrak. Buat sekarang, saya memusatkan perhatian dalam laga bareng Liverpool serta Belgia. Kita saksikan saja nanti, ” tutur Mignolet.

Karier Mignolet di dalam 2 musim paling akhir pada Liverpool memang tak baik. Menyandang status menjadi penjaga gawang kunci semenjak direkrut dari Sunderland di 2013, Mignolet sekarang justru menjadi penghangat kursi pemain pengganti.

Musim kemarin, dia kalah kompetitif dengan Loris Karius. Sedangkan musim ini, dia ada di belakang Alisson. Total, Mignolet baru saja memperkuat Liverpool di dalam 2 laga pada seluruh kompetisi musim ini. Penjaga gawang 31 tahun ini jua tidak mencatat clean sheet.

Kejutan! Marseille Disingkirkan Tim Divisi IV di Ajang Coupe de France

Olympique Marseille mengawali 2019 dengan rekor memalukan. Bertanding dengan tim Divisi IV Liga Prancis, Andrezieux, hari Minggu (6/1/2019), Luiz Gustavo dan kawan-kawan bertekuk lutut 0-2 serta tereliminasi di fase 64-besar Coupe de France.

Goal perdana Andrezieux dicetak pemain belakang Brian Ngwabije saat laga sudah berjalan hingga menit ke-17. Sementara itu, goal ke 2 dibikin Florian Milla cuma 8 menit menyambut pertandingan berakhir.

Pencapaian ini benar-benar mencengangkan sebab L’OM turun bersama susunan bintang paling baik. Juru tak-tik Rudi Garcia memasang Steve Mandanda, Luiz Gustavo, Morgan Sanson, Dimitri Payet, Florian Thauvin, serta Valere Germain pada starting XI. Di atas kertas, mereka semestinya mengalahkan pasukan Jean-Noel Cabezas.

Namun begitu, fakta yang terhampar di Stadion Geoffroy-Guichard benar-benar lain. Anak-anak asuh Cabezas sangat berani serta taktis di rumput hijau. Masuk ke menit 12, satu tembakan gunting Chtistopher Desmartin nyaris saja membuka score jika Mandanda tidak sigap menepisnya.

5 menit selanjutnya, petaka betul-betul terwujud. Menyambut operan silang melalui sepak pojok di sebelah kiri barisan defensif L’OM, Ngwabije melepas sundulan keras yang membobol gawang Mandanda.

Tertinggal, Marseille mencoba terus memberikan tekanan. Tapi, berulang kali mereka membentur cadas. Kerap kali, mereka gagal menyelesaikan kesempatan dengan bagus. Jikapun bisa menembak, ada penjaga gawang Nicolas Markut yang mencegahnya menembus menuju gawang.

Gempuran semakin jadi di 15 menit terakhir. Tapi, malah Andrezieux yang menambah keunggulan lewat skema counter attack. Satu akselerasi bagus dari lini sebelah kiri sukses dihalau Mandanda, namun bola muntah disambar Milla dengan bagus.

Pencapaian ini mengingatkan di kampanye musim 2014-15. Ketika itu, Marseille pun tereliminasi di fase 64-besar Coupe de France melalui tim Divisi IV, yaitu Grenoble. Bedanya, ketika itu, mereka menerima kekalahan via drama tembakan penalti usai seri 3-3 di dalam 120 menit.

Fakta Unik Kemiripan Witan Sulaeman dan Stefano Lilipaly, yang Jadi Momok bagi Taiwan

Kenyataan unik tersaji dari bintang tim nasional U-19 serta tim nasional U-23 Indonesia yang sama-sama bisa mencatat pencapaian kala bertemu Taiwan di turnamen yang lain pada ajang Asia.

Ya, tim nasional U-19 Indonesia belum lama meraih kejayaan usai menghajar tim nasional U-19 Taiwan dengan kedudukan 3-1 di pertandingan perdana Grup A Piala Asia U-19 2018 pada Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta di Kamis (18/10).

Witan Sulaeman jadi aktor vital pada kembali 3 skor tim Garuda Nusantara menuju gawang Taiwan. Tidak tanggung-tanggung, 2 skor serta 1 umpan bisa dibukukan Witan di pertandingan itu.

Bersama hasil positif itu, tim besutan Indra Sjafri layak menempati pucuk klasemen Grup A bersama raihan 3 angka.

Tetap lekat di dalam ingatan kita, bagaimana performa Stefano Lilipaly di pertandingan perdana tim nasional U-23 Indonesia pada Asian Games 2018.

Ketika itu, tim Garuda Muda yang dipimpin Luis Milla bisa menghajar tim nasional U-23 Taiwan bersama kedudukan telak 4-0 di pertandingan pertama Grup A pada Stadion Patriot Chandrabhaga, Wilayah Bekasi di 12 Agustus 2018.

Serupa halnya bersama Witan, Stefano Lilipaly jadi aktor vital goal tim nasional U-23 Indonesia di pertandingan itu. Lilipaly pun mencatat 2 skor serta 1 umpan melalui 4 goal tim Garuda Muda menuju gawang Taiwan.

Kenyataan itu dapat jadi gambaran seorang Witan seperti waktu muda Lilipaly pada tim nasional Indonesia.

Apabila Witan acap kali diposisikan menjadi salah satu pemain sayap, Lilipaly setingkat lebih kerap jadi striker bayangan pada tim nasional U-23 Indonesia.
Masih tersisa banyak laga sedang untuk Witan guna menyamai rekor seniornya itu di kompetisi sepakbola pada ajang Asia.

Menurut terdeteksi, Lilipaly bareng Alberto Goncalves jadi penyumbang goal paling banyak Garuda Muda di Asian Games 2018 bersama raihan sendiri-sendiri menyarangkan 4 goal.

Bukanlah tak kemungkinan Witan dapat meneruskan pencapaian Lilipaly pada turnamen yang lain, yakni Piala Asia U-19 2018.

Sekarang, tim nasional U-19 Indonesia tengah seharusnya menuntaskan 2 pertandingan pada penyisihan grup guna menegaskan diri melaju menuju fase perempat-final Piala Asia U-19 2018.